Ahli Feng Shui Dapat Warisan

Hong Kong – Mendiang perempuan terkaya Asia diduga menyerahkan warisannya ke seorang ahli feng shui karena “termakan iming-iming” bakal hidup abadi.

DPA yang mengutip harian setempat, Selasa, memberitakan bahwa miliuner Nina Wang dalam wasiatnya mewariskan hartanya kepada pakar feng shui (yang sebelumnya tidak terkenal), Tony Chan.

Wang, yang meninggal tahun lalu akibat kanker pada usia 69, menulis wasiat seperti itu karena mendapat iming-iming hidup abadi atau setidaknya sangat panjang, tuduh seorang pengacara sebagaimana dikutip harian “South China Morning Post”.

Hal itu terungkap awal pekan ini dalam sidang pendahuluan gugatan terhadap wasiat Wang, mantan bos kerajaan properti Hong Kong, Chinachem.

Persidangan selama delapan pekan untuk menentukan pihak yang paling berhak atas warisan itu akan berlangsung tahun depan di Pengadilan Tinggi Hong Kong. Kekayaan Wang di Chinachem diperkirakan 13 miliar dolar.

Wang pada tahun 2006 mengganti wasiatnya sehingga semua warisan akan jatuh ke si ahli feng shui. Empat tahun sebelumnya dia membuat surat wasiat bahwa kekayaannya nantinya akan jatuh ke keluarga dan untuk amal.

Geoffrey Vos, pengacara yayasan amal milik Wang, dalam sidang pendahuluan di Pengadilan Tinggi menuduh si ahli feng shui, Chan, mempengaruhi Wang agar warisan miliuner itu jatuh ke tangannya.

“Menurut kami, (Tony Chan) berbohong kepada mendiang dengan mengatakan bahwa Wang akan hidup abadi atau paling tidak akan hidup sangat panjang jika melakukan berbagai hal sesuai feng shui, antara lain memasukkan nama Chan ke dalam wasiat,” kata Vos di persidangan.

Mendiang tidak punya anak kandung, karena itu berdasarkan surat wasiat tahun 2006, Chan (48) adalah satu-satunya pewaris. Dua tahun sebelumnya, Wang didiagnosa mengalami kanker ovarian.

Saudara-saudara perempuannya maupun keluarga lainnya mengajukan gugatan lewat yayasan amal tersebut untuk mendapatkan warisan tersebut.

Wang meninggal tidak lama setelah menang dalam perjuangan selama delapan tahun di pengadilan untuk mendapatkan hak atas harta suaminya, Teddy. Teddy diculik pada tahun 1990 dan akhirnya dinyatakan meninggal setelah nasibnya tidak pernah diketahui.

Perusahaan yang tadinya milik Teddy, Chinachem, diubah Wang menjadi kerajaan bisnis meski awalnya dia sempat kalah di pengadilan melawan mertuanya.

Pada persidangan tahun 2002, Pengadilan Tinggi menyatakan Nina selingkuh pada tahun 60-an sehingga namanya dicoret Teddy dari daftar ahli waris namun keduanya tetap sebagai suami-istri.

Biarpun kaya-raya, Wang dikenal super-hemat bahkan pernah mengatakan hanya perlu 400 dolar untuk hidup sebulan. Saat usianya sudah 60-an, Wang masih mengenakan rok mini dengan rambut dikepang.(*)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: