Aksi Samsons di Jepang

14 08 2008

Nagoya – Hawa panas yang menyerang kota industri Nagoya, Rabu, mampu menembus udara dingin yang mengelilingi Gedung Nagoya Kokaido, sehingga membuat gerah ratusan warga Indonesia yang asyik bergoyang mengikuti irama lagu yang dilantunkan grup band terkenal asal Jakarta, Samsons.

Begitu intro musik lagu pembuka “Kehadiranmu” menggema dari panggung Kokaido Hall, sekitar 300 warga Indonesia yang tinggal di Nagoya dan juga kota-kota sekitarnya seperti Osaka, dan Kobe, langsung meninggalkan kursi dan menyerbu ke depan panggung untuk menyaksikan dari dekat grup musik pujannya itu.

Sambil mengusung telepon selulernya, penonton yang kebanyakan kaum muda itu pun berkumpul di bawah panggung dan mengarahkan kamera handphone-nya ke arah Bams, sang vokalis, untuk mengambil gambarnya. Setelah itu langsung bergoyang, berjoget dan berjingkrak mengikuti irama musik yang dibawakan para personel Samsons.

Sesudah menyelesaikan lagu kedua, “Seadanya”, sang vokalis, Bams, mengucapkan salam dalam bahasa Jepang yang langsung dibalas teriakan nyaring para penontonnya. Vokalis yang bernama lengkap Bambang Regune Bukit lantas memperkenalkan satu persatu para personel grup band Samsons.

Bams mengawalinya dengan memperkenalkan Irfan Aulia (gitaris), berturut-turut kemudian Erik Partogia Siagian (gitaris), Aldri Dataviadi (bassis), dan sang drummer, Chandra Christanto. Bams sendiri siang itu terlihat cukup interaktif dengan para penggemarnya yang tinggal di Jepang itu.

Setelah acara perkenalan, bergulirlah lagu-lagu andalan Samsons dari dua albumnya (Naluri Lelaki dan Penantian Hidup) seperti lagu “Di Penghujung Muda”, “Kisah tak Sempurna”, hingga “Luluh”. Para penonton pun berteriak histeris tatkala Bams, memenuhi permintaan para kawula muda itu, termasuk gadis-gadis warga Jepang yang berada di barisan depan panggung, untuk bersalaman.

Para penggemar semakin senang tatkala Bams melagukan hits “Kenangan Terindah” yang membuat para penonton terhanyut dalam buaian lagu tersebut. Tak terasa 12 lagu sudah dibawakan Samsons, dan hari pun sudah semakin petang ketika dua lag penutup “Hei Gadis” dan “Naluri Lelaki” dilantunkan.

Begitu “Naluri Lelaki” dinyanyikan hampir semua hadirin turun ke depan panggung ikut bergoyang bersama penonton lainnya yang sudah lebih dulu berjoget hingga bercucuran keringat saking asyiknya bergoyang. Mereka seakan paham kalau itu akan menjadi lagu perpisahan dengan grup musik pujaannya.

Untuk membuat kenangan manis, Bams lantas ikut bergoyang, berjingkrak bersama personel Samson lainnya, dan kembali menyalami para pengemarnya dari atas panggung untuk beberapa waktu lamanya.

Hentakan drum dan lengkingan panjang dari gitar akhirnya menjadi penutup aksi konser yang mampu menyihir ratusan penggemar Jepang-nya selama dua jam itu.

“Sayonara, I love, Arigato gozaimas..,” demikian teriakan Bams sambil melambaikan tangannya sesaat sebelum meninggalkan panggung.(*)


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: