Karena Berjenggot disangka Anggota FPI

4 06 2008

JAKARTA – Insiden penangkapan 49 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh pihak kepolisian berbuah unik. Seorang warga yang menonton penangkapan anggota Front Pembela Islam dan seorang pria yang diduga salah satu anak buah Habib Rizieq Shihab, yang dilakukan di markas FPI di jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, menjadi korban salah tangkap aparat kepolisian.

Seperti dilaporkan warga Petamburan II, Mulia, korban salah tangkap itu bernama Rizky. Remaja yang belum diketahui usianya ini, adalah warga Petamburan II, Jakarta Pusat.  Pagi tadi, Rizky sedang berada di sekitar lokasi penangkapan, tapi polisi menduga ia adalah salah satu anggota FPI, dan kemudian langsung di masukan ke truk tahanan.

“Rizky sedang berada di lokasi penangkapan untuk menonton. Tapi, mungkin karena ia berjenggot, polisi menganggapnya sebagai salah satu anggota FPI. Karena itu Rizky ikut dibawa. Padalah saya kenal Rizky ini sama sekali tidak terlibat ” jelas Mulia.

Sementara itu ibunda Rizky, Elly, mengharapkan agar pihak kepolisian yang mengamankan anaknya dan dibawa ke Polda Metro Jaya, mengharapkan agar putranya segera dilepaskan. Elly mengatakan jika anaknya tersebut bukanlah anggota dan tidak terlibat dalam kegiatan FPI. “Anak saya tidak tahu apa-apa, dia bukan anggota FPI. Saya sangat mengharapkan polisi melepasnya,” tutur Elly.

Sedangkan seorang pria yang diduga anak buah Habib Rizieq Shihab tidak lain adalah seorang petugas pembersih Masjid An-Nur yang bernama Ahmad Badawi. “Saya ngga ikut FPI. Masa jangan gara-gara jenggotan saya ikut diambil juga” tegas Badawi ketika diangkut ke dalam mobil tahanan, di dekat markas FPI, Jalan Petamburan III, Rabu (4/6/2008).

Tidak menggubris teriakan Badawi, petugas intel yang melakukan penangkapan justru memarahi pria tersebut. “Nanti aja urusannya di kantor. Bawa ke polda,” ujar petugas inter tersebut.

Pihak kepolisian juga membawa Habib Rizieq ke Polda untuk dimintai keterangan. Ke-49 yang ditahan pihak kepolisian, diduga terkait insiden Monas.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: